SHARE
Istimewa

MIGASNESIA – Direktur Operasi Produksi Pertamina EP Pribadi Mahagunabangsa‎ memastikan hingga kini pihak Pertamina bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas dan Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan kepolisian, masih melakukan proses investigasi, pasca kebakaran sumur RDG-47 Jatibarang, Indramayu, pada Senin (8/2/2016).

“Masih dalam investigasi, jadi belum diketahui kerugian,” Kata Pribadi, di Kantor Pertamina EP Jakarta.

Dijelaskan dia, awal mula kebakaran saat kegiatan penggantian pompa sumur tersebut. Namun, hanya mengakibatkan penutupan satu sumur saja dan tidak membuat produksi minyak dan gas mengalami penurunan.

“Jadi tidak ada pengurangan produksi, itu hanya satu sumur yang kena,” terangnya.

Dia menjelaskan, untuk kerugian material akibat kebakaran, anak usaha ‎dari PT Pertamina tersebut belum dapat dijelaskan. Pasalnya, masih menunggu hasil nvestigasi.

Seperti diketahui, Tim Penanggulangan Keadaan Darurat PT Pertamina EP Field Jatibarang berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi di sumur RDG-47 saat tengah ada aktifitas reparasi sumur dengan Rig Pumpindo PEP 08 (08/2/2016).

Rig tersebut tengah melakukan aktifitas reparasi sumur RDG-47. Pada saat operasi dinihari tiba-tiba muncul api dari arah tangki kemudian api menyebar ke arah rig di area sumur yg mengakibatkan rig terbakar diantara cellar meja bor tangki.

Atas kejadian tersebut, aktifitas reparasi sumur dilakukan stop operasi. Operasi akan dimulai kembali setelah proses investigasi dan perbaikan tuntas dilakukan. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here