SHARE

MIGASNESIA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat harga batu bara acuan (HBA) Februari 2016, mengalami penurunan dibandingkan harga pada Januari 2016.

Penyebab utama penurunan ini melimpahnya pasokan batubara dari Australia. Dimana batubara asal Australia yang mendorong harga turun terjadi karena adanya peningkatan produksi tahun ini yang diiringi tingginya permintaan.

“Kualitas batu bara Australia lebih baik sehingga permintaan bertambah,” terang Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Adhi Wibowo, di Jakarta.

Lebih lanjut Adhi mengungkapkan, faktor lain penurunan harga adalah melemahnya harga batubara pada Indeks Pasar Internasional. Ini yang menjadi formula pembentukan HBA dengan porsi 25 persen. Seperti Indonesia Coal Index (ICI), Index Platt59, New Castle Global Coal (GC) dan New Castle Export Index (NEX).

“Belum membaiknya kondisi perekonomian global dan melimpahnya pasokan juga mempengaruhi harga,” jelas dia.

Hingga kini harga batubara Februari 2016 sebesar US$ 50,92 per ton. Harga ini lebih rendah dari periode Januari yang sebesar US$ 53,20 per ton atau turun 4,2 persen. “HBA Februari US$ 50,92 per ton. Lebih rendah dari HBA Januari kemarin,” tutupnya. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here