SHARE
ILUSTRASI

MIGASNESIA – PT Aneka Tambang/Antam (Persero‎) mengalami kenaikan pendapatan di tahun 2015 sebanyak 12 persen atau sekitar Rp10,55 trilun, akibat meningkatnya penjualan emas.

“Penjualan emas menyumbang sebanyak Rp7,31 triliun atau sekitas 69 persen dari total penjualan bersih perseroan,” ujar Direktur Utama PT Antam Tedy Badrujaman.

Dijelaskan dia, pada tahun 2015 total volume produksi emas di tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai 2.210 Kilogram/Kg. Pencapaian ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelum yang mencapai 2.342 kg.

“Walau turun, tapi volume penjualan emasnya mengalami peningkatan sebesar 42 persen menjadi 14.179 kg,” terangnya.

Sedangkan volume produksi feronikel selama tahun lalu mengalami peningkatan sebesar 2 persen,atau menjadi 17.211 ton nikel. “Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya jumlah dan kadar biji nikel umpan pabrik dari tambang nikel di Pomalaa dan Pulau Pakal,” terangnya.

Sementara volume produksi bijih nikel sepanjang tahun lalu yang digunakan dalam produksi feronikel sebanyak 1,654 juta WMT, atau naik sebesar 31 persen dari perolehan 2014, yakni yang hanya 1,259 juta WMT.

Disisi lain, volume produksi bauksi perusahaan sepanjang 2015 sebanyak 201,517 wmt, dab memberikan pendapatan tidaj diaudit sekitar Rp66,06 miliar. Sedangjan untuk komoditas batubara, perseroan mencatat angka produksi sebanyak 518.465 ton, sedangkan terjual mencapai angka 480.007 ton dengan nilai penjualannya Rp167,82 miliar.

“Untuk alumina, anak usaha Antam, PT ICA telah memproduksi 69.869 ton CGA, dengan penjualan di 2015 sebanyak 61.759 ton,” tutupnya‎.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here