SHARE
Sudirman Said Foto: Reyza

MIGASNESIA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM Sudirman Said terlihat tidak konsisten alias (also known as–a.k.a) plitat plitut dalam mengambil keputusan soal perpanjangan izin ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia (PTFI).

Hal itu terlihat dari pernyataan Sudirman yang mengaku untuk perpanjangan izin ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia tidak harus menyetorkan uang.

Padahal sebelumnya dia mengungkapkan dua syarat diajukan pemerintah salah satunya membayar dana sebesar USD530 juta sebagai bentuk jaminan karena belum bisa membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter).

“(Kesungguhannya) macam-macam kan,” ujar Sudirman di Jakarta Rabu (3/2/2016). Lebih lanjut mantan Dirut PT Pindad ini menjelaskan, jika PTFI memberikan respon resmi terhadap syarat yang diajukan, maka Freeport bisa berbentuk kontrak atau keterangan.

“Bisa keterangan, tunjukkan kontrak-kontrak, jangan diandai-andaikan, kita tunggu dulu,” ujarnya.

Seperti kita ketahui Pemerintah telah memberikan dua syarat jika Freeport ingin kembali mendapatkan izin ekspor konsentrat. Syarat pertama membayar dana sebesar USD530 juta sebagai bentuk jaminan karena belum bisa membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter), dan syarat kedua yang harus dipenuhi Freeport Indonesia guna mendapatkan perpanjangan ekspor konsentrat adalah dengan membayar biaya bea keluar sebesar lima persen. (Reza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here