SHARE
Penambangan timah secara konvensional di Provinsi Bangka Belitung.

MIGASNESIA – PT Timah (Persero) mengaku telah menghentikan kegiatan pertambangan timahnya di wilayah laut offshore sejak awal minggu ini.

Sekretaris perusahaan PT Timah, Agung Nugroho mengatakan, penghentian ini dikarenakan pihak pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSN) Bangka Belitung sedang merencanakan penertiban.

“Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dihentikan terdapat di teluk Kelabat, Belinyu, Bangka,” terangnya di Jakarta.

Meski pemberhentian ini dilaksanakan. Namun , perseroan tetap merasa aneh, pasalnya penambangan yang dilakukan merupakan legal bukan ilegal. “Sampai kapan dihentikan kita tidak tahu, kita heran tambang legal kok ngak didukung. sedangkan tambang ilegal dibiarkan,” kata dia.

lebih lanjut ia berharap pemerintah pusat dapat menertibkan tambang ilegal dan inspeksi langsung ke lapangan, karena menerima laporan saja dari pemerintah daerah belum tentu benar.

“Intinya harus ada keterlibatan pemerintah pusat di daerah. Jangan serahkan sepenuhnya kepada pemerintah setempat. Dan jangan percaya kepada laporab saja dan lebih seringlah ke daerah. Sehingga lebih tahu kondisinya,” tutup dia.

Seperti diketahui, saat ini operasi PT timah 20 persen berada di laut. Akibatnya, 10 persen penambangan harus dihentikan. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here