SHARE

MIGASNESIA – Akibat harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) semakin menurun atau berada di level rendah, PT perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) secara resmi menurunkan tarif listrik 12 golongan. Dimana untuk menengah kebawah sebesar Rp17 per kWh, tegangan menengah sebesar Rp13 per kWh, dan tegangan tinggi sebesar Rp11 per kWh.

Kepala Devisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, pada Desember harga menyetuh angka US$39 per barel dari sebelumny mencapai angka US$41,44 per barel.

“Penurunan ini lebih berdampak dari penurunan harga jual minyak Indonesia,” terangnya yang ditulis Senin (1/2/2016).

Selain itu Benny juga menjelaskan, parameter lainnya adalah kurs dolar Amerika Serikat (AS) mengalami ‎kenaikan dari Rp13.767 per dolar menjadi Rp13.796 per dolar. “Dan juga inflasi yang ikut naik dari 0,21 persen ke 0,21 ke 0,98 persen,” tuturnya.

Adapun ke 12 golongan menengah kebawah dan menengah keatas :

1. Rumah Tangga R1 dengan daya 1.300
2. Rumah Tangga R1/Tarif Rendah (TR) dengan daya 2.200
3. Rumah Tangga R2/TR dengan daya 3.500‎ VA sampai dengan 5.500V
4‎. Rumah Tangga R3/TR dengan daya 6.600 VA ke atas
5. Bisnis B2/TR dengan daya 6.600VA sampai dengan 200 kVA
6. Kantor Pemerintah P1/TR dengan data 6.600 VA sampai dengan 200 kVA
7. Penerangan jalan umun P3/TR
8. Bisnis B3/ Tegangan me‎nengah (TM) daya diatas 200kVA
9. ‎Industri I-3/TM dengan daya diatas 200kVA
10. Kantor pemerintah P-2/TM dengn daya diatas 209kVA

Sedangkan untuk golongan tinggi meliputi pelaku industri I-4 yang menggunakan daya 30.000 kVA ke atas. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here