SHARE
Perkampungan warga Papua dekat Port Freeport yang tetap miskin (doc MIGASNESIA)

MIGASNESIA – Freeport penuh Drama dan kini makin banyak hal yang ganjil. Menyusul Petinggi Freeport Jame B Moffet mundur hanya berselang 2 Minggu Presiden Dorektur Freeport Indonesia Maroef Syamsuddin pun mundur. Simpang siur pun muncul ada yang bilang Maroef mundur dilengserkan ada juga yang menyampaikan Maroef mundur dengan sendirinya.

Apakah karen cukup 1 tahun saja kontrak Maroef ini? Atau Drama Freeport?

Kini soal yang lebih ditekankan surat Dirjen Minerba tgl 31 Agustus 2015 yg secara tegas menyatakan bahwa PT FI tidak mempunyai itikad baik terhadap isi UU Minerba nmr 4 thn 2009 dan juga terhadap isi kontrak karya yang pada pasal 24 secara tegas menyatakan bahwa divestasi senilai 51% sudaha harus tuntas paling lambat akhir Desember 2011. Surat Dirjen Minerba nmr 1057/30/DJB /2015 tgl 31 Agustus 2015

Menurut Pengamat Energi Yusri Usman bahwa dengan nilai saham di NYSE saat ini diharga USD 4 , 25 persaham yang dulu sempat moncreng diharga USD 60 persaham dengan nilai utang mencanpai USD 21 miliar saat ini harus menjadikan Pemerintah harus melakukan audit keuangan sebelum memutuskan menunjuk BUMN tambang mengeksekusi nilai yg pantas harganya atau menolak dengan kebijakan tidak akan memperpanjang izin operasi pasca 2021 setelah mengevaluasi sikap PT terhadap isi kontrak karya dan UU Minerba yang berkesimpulan bahwa PT FI tidak layak diperpanjang izin operasinya, karena tidak bermanfaat banyak untuk kesehjateraan rakyat setempat dan umumnya seluruh Indonesia.

“Jangan sampai kita salah menganalisa dan memutuskan membeli masalah diakhir kontraknya yaitu menanggung dosanya PT FI dengan membayar kewajiban utangnya akibat potensi bangkrutnya, karena sahamnya bernilai karena ada cadangan emas dan lain lain terbukti dan bisa di tambang,”jelas Yusri kepada Migasnesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here