SHARE
Istimewa

MIGASNESIA- Pengamat Energi Yusri Usman menyayangkan soal Blok Masela yang menurut Ausie Gautama sebagai ex Deputy di SKK Migas kini staf ahli Pertamina harusnya lebih menyadari dia bagian yang dulu mendapat tugas mengawasi dan bertanggungjawab membina semua KKKS khususnya Pertamina berintopeksi diri dalam mengomentari ini kenapa lebih memilih laut dan menyebut darat.

Kata Yusri dalam hal Blok Masela kalau itu dioperatori oleh Pertamina dan Pertamina mengembangkan blok itu dengan teknologi FLNG (seperti halnya Petronas mengembangkn teknologi FLNG) maka saya juga akan dukung, sekalipun biayanya lebih mahal dari OLNG.

“Tetapi yang terjadi di Masela tdk seperti itu. Disini ada perusahaan asing (Inpex dan Shell) mengembangkan teknologi baru (FLNG dg ukuran 7,5 mtpa itu 2x lipat Prelude dan Browse FLNG) dengan dibiayai dari duit (cost recovery) kita. Itulah yg saya keberatan konsep FLNG,” ujar Yusri kepada Migasnesia.com pecan lalu.

Saya masih menurut Yusri lebih realitis mendukung konsep yang dikemukan oleh Salis Apriali yaitu konsep FCNG dengan menggunakan fasilitas beberapa train LNG di lapangan Badak untuk keperluan eksport LNG.

“Prinsipnya penggunaan tehnologi tinggi dan baru dalam mengeksploitasi migas juga dengan pertimbangan keenomiannya yang diutamakan serta efek gandanya. Kualitas dan kapabilitas yang sangat terbatas dari para pemimpin di sektor ini telah membuat keputusan-keputusan yang diambil jadi blunder dan keliru, wasting government’s money n time, uncertainty for the investors, and also creating unnecessary turbulences to the people,”jelasnya.

Menurut Yusri Petronas memilih FLNG karena proyeknya di Canada. Yang artinya: Petronas mengembangkan teknologi FLNG atas biaya (cost recovery) pemerintah Canada. Tentu Petronas sangat bersemangat dan itu langkah yang tepat buat Petronas.

“Sebaliknya Shell/Inpex mengusulkan membangun FLNG di Indonesia karena yg akan bayar adalah pemerintah Indonesia melalui cost recovery Itu kajian dari Oxford Petroleum Studies, sebuah lembaga yang sangat prestigious,”pungkasnya.(RDT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here