SHARE

MIGASNESIA – M‎asyarakat Aceh khususnya yang berada di daerah Aceh Utara, mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) sejak 2 pekan terakhir.

Dari pantauan Migasnesia.com, kelangkaan terjadi mulai dari kota Lhoksemawe hingga kebeberapa desa kecil. Bahkan hingga sampai hari ini, Jumat (22/1/2016), belum ada tanda-tanda keberadaan gas tabung melon itu.

“Susah nyarinya, udah seminggu lebih kami putar-putarcari gas, tapi gas gak ada juga,” ujar Lilis saat berbincang di Aceh.

Dia mengatakan, memang ada beberapa‎ tempat yang menjual gas, namun untuk mendapatkannya sangat sulit. Bahkan harus mengeluarkan biaya 2 kali lipat dari biasanya.

“Kemarin di daerah warung Senebok, Lhoksemawe ada yang jual, tapi cuma sedikit,‎ dan kami belinya dengan harga yang lebih mahal. Biasanya Rp23 ribu, sekarang harganya Rp28 ribu,” terangnya.

Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk tanggap membantu masyarakat untuk menangani kekurangan gas elpiji 3 kg, agar perekonomian masyarakat tetap berjalan.

“Pemerintah harus bantu lah. Kami sangat susah disini cari gas. Untuk masak saja kami susah, mau ganti ke minyak tanah gak ada lagi, kalau gini terus bisa masak pakai kayu lagi kayak dulu,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tangapan resmi dari pihak Pertamina, khususnya Pertamina pusat. (Reza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here