SHARE

MIGASNESIA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Sudirman Said tidak mencapai target produksi migas di Indonesia pada tahun 2015.

“Produksi migas menurun karena pada waktu itu ada demo di Blok Cepu, sehingga program besar di Blok Cepu tersebut sempat tertunda beberapa bulan,” beber Dirjen Migas Kementerian ESDM Wiratmadja Puja di Jambi, Rabu (06/01/2016).

Usai menghadiri peringatan HUT ke-59 Provinsi Jambi dalam rapat paripurna DPRD setempat, dia mengatakan, selama 2015 produksi migas hanya mencapai sekitar 792 ribu barel atau lebih rendah dari target yang ditetapkan yakni 825 ribu barel.

Pada tahun 2016, lanjutnya, pemerintah menargetkan produksi migas sebesar 830 ribu barel. Target tersebut optimistis tercapai karena proyek besar pengeboran migas di Blok Cepu sudah siap.

“Semoga tercapai target produksi 2016, karena proyek di Blok Cepu siap dan saat ini eksplorasi masih terus jalan,” katanya menjelaskan.

Selain untuk menghadiri HUT Provinsi Jambi, dirinya juga akan menggelar rapat dengan sejumlah kepala dinas dan kepala daerah untuk membuat masterplan jaringan gas rumah tangga di Kota Jambi.

“Saat ini kan baru terbangun 4.000 jaringan, kita inginnya semua masyarakat di Kota Jambi dapat menikmati gas rumah tangga ini karena harganya lebih murah atau setengahnya dari harga gas LPG,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, dalam rilis Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara tentang rapor nilai akuntabilitas kinerja kementerian dan lembaga tinggi negara, Kementerian ESDM berada dui urutan ke-23 dengan skor 70,48 atau nilai BB.(r/nt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here