SHARE
Dwi Sutjipto

MIGASNESIA – PT Pertamina (Persero) merencanakan investasi sebesar 5,31 miliar dolar AS pada 2016. Nominal tersebut meningkat 20,7 persen dibandingkan dengan tahun ini.

Rencana investasi ini tergambar dalam keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina mengenai Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PT Pertamina (Persero) 2016 di Jakarta, Senin (21/12).

Dari total investasi 5,31 miliar dolar AS, sebanyak 72 persen dialokasikan untuk bisnis hulu, 6,9 persen bisnis gas, 6,7 persen untuk bisnis pengolahan, 9,7 persen untuk kegiatan pemasaran dan niaga, serta sekitar 4,7 persen untuk bisnis hilir dan anak perusahaan lainnya.

Dalam RKAP 2016, Pertamina menargetkan perolehan pendapatan senilai 42,26 miliar dolar AS atau relatif sama dengan prognosa pendapatan 2015. Dengan masih tingginya tekanan harga minyak pada tahun depan, Pertamina masih optimistis membukukan EBITDA Margin sekitar 12,8 persen atau lebih tinggi dari prognosa pencapaian tahun ini sekitar 11 persen.

Adapun, laba bersih perusahaan pada 2016 ditargetkan bisa mencapai 1,61 miliar dolar AS. Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengakui, tahun depan, tekanan di bisnis migas sebagai penopang utama perseroan masih akan terus berlanjut. Sebab, harga minyak mentah yang diprediksi masih relatif lemah dan diikuti depresiasi kurs rupiah terhadap dolar AS.

“Namun, di tengah tekanan tersebut, Pertamina akan berupaya untuk dapat meraih yang terbaik di segala lini bisnisnya. Peningkatan kinerja operasional dan efisiensi di segala lini sebagai bagian dari lima pilar strategi prioritas Pertamina akan tetap menjadi tema sentral untuk mengatasi situasi yang belum terlalu menggembirakan,” papar Dwi, di Jakarta, Senin (21/12).(AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here