SHARE
Tambang masyarakat (ilustrasi)

MIGASNESIA – Melihat kondisi sektor minerba yang masih belum meningkat secara signifikan, pemerintah melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta revisi target untuk 2016. Pasalnya, target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang telah diputuskan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dinilai masih terlalu tinggi.

Untuk diketaui, belum lama ini Banggar telah memutuskan target sebesar Rp48 triliun untuk 2016. Namun target tersebut masih dinilai terlalu tinggi oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono. Dia pun berharap pihaknya dapat mengajukan revisi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016.

“Banggar sekali lagi (target) terlalu tinggi. Tapi enggak apa apa, Rp48 triliun itu. Tapi kemarin pengajuan sudah diajukan Maret kemarin, ya itulah kondisinya. Toh ada APBNP,” kata Bambang.

Pasalnya menurut Bambang, perusahaan tambang batubara telah merevisi rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) 2016. Dengan demikian, target produksi batubara 2016 turun menjadi sebesar 419 juta ton. Angka ini lebih rendah daripada target produksi batubara tahun ini yang sebesar 425 juta ton. (AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here