SHARE
Kantor Pusat PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

JAKARTA, GEOENERGI – Badan Usaha Milik Negara PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan mengembangkan industri gula terintegrasi, dengan merencanakan membangun pabrik ethanol di sekitar perkebunan tebu, tepatnya di Pabrik Gula Rajawali II Unit Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat. Demikian diungkapkan Direktur Utama RNI, Didik Prastyo.

Menurut Didik, untuk mewujudkan rencana tersebut dibutuhkan dana investasi sekitar Rp 200 miliar. “Kami ada rencana bangun pabrik ethanol berkapasitas 50 kilo liter per hari, bioethanol. Target kami bisa berproduksi mulai tahun 2018,” ujar Didik ketika mendampingi kunjungan kerja Menteri BUMN Rini Soemarno di Pabrik Gula Sindanglaut, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (16/10).

Pihaknya, tambahnya, sekarang ini sedang menyelesaikan kajian terkait pembangunan industri gula terintegrasi tersebut. Hasil kajian ini akan disampaikan kepada Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham.

Ia juga mengungkapkan, pembangunan pabrik ethanol itu dimaksudkan untuk memanfaatkan produk sampingan dari pabrik gula, juga agar dapat mengurangi ketergantungan terhadap gula rafinasi. Kualitas bioethanol produksi RNI, menurut Didik, sudah setara dengan kualitas BBM 99%.

Lokasi yang dipilih sebagai tempat pembangunan pabrik ethanol tersebut adalah lahan hak guna usaha (HGU) Pabrik Gula Jatitujuh seluas 12.000 hektare. Selain pabrik bioethanol, juga akan dibangun pembangkit listrik untuk keperluan pabrik. “Pabrik gula yang sudah ada di Jatitujuh tetap dikembangkan, tapi terintegrasi dengan bioethanol dan pembangkit listrik sebagai penunjang utama produksi,” kata Didik. (PRI/Pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here