SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Beberapa waktu kemarin, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluhkan mahalnya harga avtur Pertamina membuat maskapai dalam negeri tak bisa bersaing dengan maskapai internasional. Ia mengungkapkan harga avtur dari Pertamina yang merupakan satu-satunya pemasok avtur di Indonesia lebih mahal sekitar 20 persen dibandingkan harga avtur di pasaran internasional.

Meskipun membenarkan apa yang disampaikan oleh Mentri Jonan tentang harga jual avtur yang mahal bahkan lebih mahal dari produsen lain tersebut, Ferdinand Hutahaean, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia kepada Geo Energi menyesalkan pernyataan Menteri Jonan tersebut. Menurut Ferdinand, Jonan mestinya sudah mengetahui lebih dulu kenapa harga avtur tersebut lebih mahal. Dengan demikian Jonan tidak perlu menebar kritik di luar bahkan melalui media.

“Langsung ke jantung masalah. Selesaikan dengan kerja konkret sehingga tidak terkesan lingkaran pejabat kita sekarang sedang berlomba cari popularitas dengan pencitraan. Tidak perlulah pemerintah mengkritik pemerintah sendiri di ruang publik. Semua bisa diselesaikan di ruang rapat kabinet bukan diumbar ke publik. Jangan seolah Pertamina yang berbisnis tidak benar menjual harga avtur lebih tinggi, padahal penyebabnya di pemerintah sendiri,” sesal Ferdinand gemas.

Lebih lanjut Ferdinand mengungkapkan, Jonan perlu tahu penyebab mahalnya avtur produksi Pertamina, salah satunya adalah adanya fee charge Angkasa Pura kepada Pertamina atas penjualan avtur di bandara. Fee charge ini tidak kecil, padahal mestinya Angkasa Pura tidak perlu mengutip fee dari Pertamina supaya bisa menekan harga jual avtur. Angkasa Pura yang dibawah menhub harusnya ditegur Jonan supaya menghapus fee tersebut. Yang kedua adalah, kilang Pertamina yang sudah tua, sehingga biaya produksi avtur jadi lebih mahal. Inilah 2 pokok utama mahalnya avtur Pertamina yang mestinya diselesaikan oleh pemerintah dan tidak akan bisa hanya diselesaikan oleh Pertamina.

Namun demikian, Ferdinand mendukung ide Jonan ingin membuka persaingan di bisnis ini terhadap swasta. “Itu ide yang sangat bagus, akan tetapi pesaing bisnis ini harus juga menyebar di seluruh bandara di wilayah NKRI bukan hanya pada bandara besar di kota besar supaya persaingannya adil. Itu yang harus dilakukan Jonan bukan lagi mengumbar masalah pemerintah ke ruang publik,” pungkasnya. (WAW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here