SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Menanggapi peristiwa penembakan kantor menteri ESDM, Energy Watch Indonesia (EWI) mendesak dan mendukung Polri untuk melakukan investigasi utuh menyeluruh atas kasus penembakan yang terjadi di kantor Kementrian ESDM.

“Peluru yang menembus kaca ruang staf khusus Mentri ESDM adalah teror sangat berani karena dilakukan pada fasilitas negara. Ini teror dan intimidasi terhadap negara, bukan semata terhadap pejabat di kementrian ESDM karena mereka bekerja atas nama negara. Ini masalah serius yang harus segera direspon dengan gerak cepat oleh penegak hukum, harus terungkap motif dan siapa pelakunya dan harus menghadapkan pelaku dan otak teror tersebut kehadapan hukum. Jangan lagi negara takut dan tunduk pada mafia,” ujar Ferdinand Hutahaean, Direktur Eksekutif EWI.

Ferdinand menilai penembakan ini adalah indikator bangkitnya semangat mafia untuk kembali berkuasa dan menguasai pemerintah. Teror tersebut diduga tidak lepas dari aktivitas dan kebijakan kebijakan yang dikeluarkan oleh kementrian ESDM, “Kami yakin ini bukan kriminal biasa tapi ada motif khusus terkait kebijakan kementrian ESDM. Keberanian mafia ini juga kami yakini bangkit karena kasus Pelindo ternyata menumbangkan penegak hukum dan membiarkan mafia menang yang dibantu oleh kekuasaan. Inilah akibatnya jika kekuasaan tunduk pada kekuatan mafia.”

“Sekali lagi, EWI mendesak agar kasus ini segera dituntaskan dan menyeret para pelaku dan otak dibelakang penembakan ini kehadapan hukum. Kami juga meminta presiden agar memerintahkan TNI POLRI memberikan perlindungan keamanan khusus bagi pejabat2 di ESDM hingga kasus ini selesai,” tuntut Ferdinand memungkasi. (WAW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here