SHARE
Istimewa

Balikpapan, GEO ENERGI – Upaya Pemerintah dalam merealisasikan 35.000 MW disambut pro dan kontra dari berbagai pihak dan lapisan masyarakat. Namun dalam hal ini PLN telah memproyeksikan berbagai cara untuk dapat mengkontruksikan dan membangun Power Plants di penjuru kota di Indonesia. Berkaitan dengan peran batu bara, Indonesia adalah eksportir batubara terbesar di dunia meski hanya memiliki 3% dari cadangan Batubara jumlah dunia. Demikian yang dikatakan Helmi Najamuddin, ahli batubara dari PT PLN  (Persero) di Konferensi batubara Kalimantan (2/9).

“Indonesia termasuk penghasil batubara terbesar di dunia setelah Autrallia, Afrika Selatan, Russia, USA, China dan India. Sedangkan kondisi saat ini, cadangan batubara di dunia ada di  Amerika Utara sebesar 246bt, Rusia 147bt, China 115bt, Australia 76bt,  India 59bt, Eropa 50bt,Afrika 32bt, Indonesia 20bt dan,  Amerika Latin 15bt . Jadi Indonesia hanya mempunyai 3% cadangan batubara dari jumlah total bsatubara dunia. Sedangkan potensi batubara yang dimiliki Indonesia demikian besar sehingga bagaimana memanfatkan peran batu bara untuk menunjang proyek pemerintah untuk mencapai 35.000 MW?” Tanya Helmi pada presentasi konferensi batubara di Balikpapan itu.
Ia menjelaskan, berdasarkan Nilai Kalor dan Provinsi Juta Ton PLN menetapkan harga batubara berdasarkan harga batubaran (HBA) Indonesia. Menurut referensi Coal (HBA) Jan 2010 – Agustus 2015, kapan dan di mana proyeksi 35 000 MW bisa diperoleh? Proyek listrik 35.000 MW didapat dari PLN 10.223MW  dan dari Independent Power Producer (IPP) sebesar 25.305 MW dengan rincian sebagai berikut, PLN dengan energi alam yang dihasilkan 2,115 MW, batubara 6.634 MW, gas 100MW, Geothermal 1,374MW. sedangkan IPP energi alam yang dihasilkan 17.825 MW, gas  6.233, Geothermal 410 MW, Hydro 757 MW, minyak 10 MW, Lainnya 70 MW sehingga jumlahnya semua mencapai 35.000MW.
“Oleh karenanya perlu adanya kerjasama antara PLN dan IPP yang bisa mendorong (IPP) sebagai pengembang. Karena pendanaan dari Pemerintah Indonesia tidak hanya untuk mengembangkan Sektor Listrik, tetapi juga untuk banyak sektor lainnya. Oleh karenanya IPP sangat dibutuhkan untuk menarik investor menanamkan modal  untuk mengeksekusi Power Perjanjian Pembelian (PPA) dengan PLN untuk mengembangkan, membangun, memiliki dan mengoperasikan kekuasaan tanaman (Invest),” tandasnya. (SUN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here