SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGIPT Sumberdaya Sewatama (“IDX: SSMM”) sebagai perusahaan penyedia solusi ketenagalistrikan terpadu terus melakukan pengembangan bisnis ketenagalistrikan. Pada semester 1 2015 ini, sejumlah proyek pembangkitan listrik dari energi baru terbarukan sudah diwujudkan. Pada bulan Juni lalu, Sewatama, melalui anak usahanya PT Nagata Bio Energi melakukan kerjasama Built Operation Transfer (BOT) dengan PT Suryabumi Tunggal Perkasa, anak perusahaan PT Eagle High Plantation Tbk (idx: BWPT). Kerjasama ini dilakukan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Suka Damai berkapasitas 2,4 MW di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

PT Suryabumi Tunggal Perkasa akan menyediakan lahan untuk pembangkit dan limbah cair kelapa sawit (POME/Palm Oil Mill Effluent) untuk dikonversi menjadi biogas, sementara untuk seluruh pendanaan proyek mulai dari teknologi pengolahan POME menjadi biogas hingga pembangunan fisik pembangkit disiapkan oleh PT Nagata Bio Energi.

Dalam waktu dekat, Sewatama akan kembali menandatangani pembangkit listrik tenaga biogas dengan salah satu perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan. Pengembangan pembangkit listrik  tenaga biogas ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam bidang penyediaan listrik dari bermacam energi.

Sebelumnya, pada awal Mei lalu, Sewatama juga sudah melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga minihidro di Gowa, Sulawesi Selatan dengan kapasitas 5,2 MW. Perseroan, melalui beberapa anak perusahaannya, sudah memulai beberapa proyek pembangkit listrik minihidro. Saat ini, Perseroan juga sedang melakukan pembangunan PLTM Ma’dong di Toraja Utara dengan kapasitas 10 MW. Proyek ini direncanakan juga akan segera beroperasi pada tahun 2016 yang akan memasok kebutuhan listrik di daerah Rantepao. Di daerah tersebut, kebutuhan listrik banyak digunakan untuk mendorong industri pariwisata dan industri lain yang diharapkan bisa mendorong perekonomian di daerah tersebut. PLTM ini dibangun sebagai rangkaian pengadaan listrik di wilayah Sulawesi Selatan yang rencananya secara total akan mencapai 50 MW.

Pengembangan lain juga mulai dilakukan Sewatama pada pembangkit listrik tenaga diesel. Bekerjasama dengan  Caterpillar Inc., produsen genset terkemuka asal Amerika Serikat, Sewatama mulai melakukan study untuk penerapan teknologi hibrida pada mesin dieselnya. “Nantinya, pembangkit diesel atau gas kombinasikan dengan tenaga surya agar kerjanya semakin efisien dan bisa menghemat biaya operasional,” sebut Samuel.

Bayar Kupon Obligasi Ke 11, Rp 23,4 miliar

Hari ini, Jumat 28 Agustus 2015, PT Sumberdaya Sewatama (IDX: SSMM), juga kembali memenuhi kewajibannya untuk pembayaran kupon obligasi untuk ke-11 kalinya sebesar  Rp23.452.500.000,00,- (dua puluh tiga miliar empat ratus lima puluh dua juta lima ratus ribu rupiah). Pembayaran kupon ini dilakukan sesuai jadwal sejak perseroan mengeluarkan emisi pada tahun 2012 lalu sebesar Rp 1.000.000.000.000 (satu triliun rupiah). Emisi ini terbagi atas obligasi serie A sebesar Rp 219 miliar dengan suku bunga 8,6%, obligasi serie B sebesar Rp 581 miliar dengan suku bunga 9,6%, dan sukuk ijarah sebesar Rp 200 miliar dengan fee ijarah sebesar 9,6% periode pembayaran masing masing selama 3 dan 5 tahun.

“Pembayaran kupon obligasi telah disetorkan ke rekening KSEI pada hari Rabu, 26 Agustus 2015,” sebut Samuel Triswandi, Direktur Sewatama, di Jakarta, Kamis (27/8). Pembayaran ini lebih cepat 2 hari dari ketentuan yang ditetapkan KSEI, untuk pembayaran kupon obligasi. Dari KSEI akan disetorkan ke rekening para pemilik obligasi pada Senin, 31 Agustus 2015. (WAW)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here