SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI, Terus terjun bebasnya harga minyak dunia sampai hari ini terindikasi telah menyentuh level terendah untuk kisaran 6 tahun terakhir pada harga USD 38/ barel adalah ancaman serius bagi BUMN Migas kita, begitu dinyatakan Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean kepada GEO ENERGI melalui pesan singkat (25/8) semalam.

Menurutnya, harus disadari bahwa penurunan harga minyak ini bukan berkah yang menguntungkan bagi negara. Melainkan justru merupakan bencana yang harus segera diantisipasi.

“Artinya bahwa penerimaan negara dari sektor migas tentu akan menurun dan semakin tidak bisa mencapai target. Ini tentu berdampak serius bagi APBN yang memang juga sedang kritis,” jelas Ferdinand.

Karenanya, Ferdinand menyarankan agar Pemerintah dan BUMN Migas khususnya Pertamina dan PGN harus segera melakukan langkah serius guna mengantisipasi kemungkinan terburuk dari terus menurunnya harga komoditi ini.

Berdasarkan prediksi banyak ahli, harga minyak ini masih akan terus turun, sementara harga produksi kita masih sangat mahal bahkan berada di atas harga jual minyak dunia sekarang.

“ Artinya biaya produksi lebih mahal dari harga pasar. Ini bahaya bagi stabilitas negara. Pertamina bisa makin merugi, ke depan dengan penurunan harga ini dan bisa berdampak serius pada keruntuhan BUMN Migas kita jika tidak disiapkan langkah serius mengantisipasi ini,” ujarnya mengingatkan. Menurutnya, bila BUMN Migas kita terguncang tentu akan mengganggu kinerja dan distribusi BBM ke seluruh nusantara. Bisa terjadi gangguan distribusi yang akibatnya akan memunculkan kekacauan nasional. “Jangan sampai hal ini terjadi!” tegasnya menambahkan.

“Melihat situasi sekarang kondisi negara kita, sepertinya memang sangat mendesak untuk pengaktifan Dewan Ketahanan Nasional (WANTANNAS) seperti yang pernah disampaikan mantan Ka BIN AM Hendro Priyono sebelum lebaran bulan lalu. Sepertinya sangat masuk akal bahwa WANTANNAS harus segera diaktifkan untuk bisa melakukan perkiraan cepat terhadap situasi yang berfluktuasi sangat cepat. Jangan sampai terlambat mengambil keputusan. Nasib bangsa sedang dipertaruhkan dengan terus meroketnya nilai tukar Dolar terhadap Rupiah, sementara kegiatan ekonomi kita masih stagnan dan jalan ditempat,” pungkasnya kembali mengingatkan pemerintah. (WAW)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here