SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Bagi sebagian kalangan, rencana megaproyek 35 giga watt (GW) merupakan program yang sangat tepat untuk segera dilaksanakan. Dimana program ini di harapkan menjadi kunci dasar kemajuan ekonomi dan pintu peralihan bagi Indonesia untuk menjadi negara industri. Karena tanpa energi listrik yang cukup, maka mustahil Indonesia bisa menjadi negara industri.

Namun demikian, menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdninand Hutahaean, megaproyek ini jika ditelaah dengan benar, maka kita akan paham apakah proyek ini akan bisa diselesaikan sesuai target yang dicanangkan presiden Jokowi yaitu 2019. “Apa yang disampaikan Rizal Ramli bahwa proyek ini harus dievaluasi adalah tepat, jika pola kerja pemerintah seperti sekarang maka sangat tepat jika program ini dievaluasi supaya tidak jadi sekedar trending topik,” kata Ferdinand dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/8).

Meski setuju dengan pernyataan Menko Maritim, Rizal Ramli, tapi Ferdinand melihat ada kesalahan Rizal ketika berniat menurunkan target 35 GW. “Semestinya RR selaku menko melakukan evaluasi pada tara cara kinerja capaian target ini. Menginventarisir masalah dan mencarikan solusi bagi masalah-masalah yang menjadi hambatan bagi keberhasilan proyek ini, diantaranya pengadaan lahan, perijinan, penyiapan dokumen proyek, detil engineering, prakuakifikasi, konstruksi, pengadaan barang, setting erection, hingga COD,” ujar Ferdinand.

EWI juga menyarankan pada pemerintah agar menarik jadwal pekerjaan ini apakah masih rasional atau tidak. Karena untuk membangun satu unit pembangkit biasanya butuh waktu 3-4 tahun diluar pengadaan lahan dan izin. “Ini yang harus dicermati dengan seksama supaya proyek ini sukses. Solusinya adalah terobosan extrim. Presiden harus segera mengeluarkan perpres dan tim pengendali untuk proyek ini, jika tidak maka proyek ini benar-benar akan hanya menjadi trending topik semata,” tandas Ferdinand. (DSU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here