SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Ditengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil dan tidak menentu seperti sekarang ini, Energy Watch Indonesia (EWI) justru mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi terhadap harga BBM dan TDL. EWI beranggapan sudah sewajarnya pemerintah saat ini menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) dan tariff dasar listrik (TDL).

Karena menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdninand Hutahaean, komponen utama penetapan harga dua sektor tersebut adalah harga minyak dunia sedang jatuh dan turun hinga menyentuh harga USD 40/ barel. “Artinya dengan harga minyak dunia seperti ini sudah selayaknya dan sepatutnya pemerintah menurunkan harga BBM dan TDL. Memang disisi lain kurs rupiah terhadap dolar sedang anjlok juga, namun bila dihitung penurunan nilai tukar tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap harga jual dibandingkan dengan harga minyak mentah saat ini,” kata Ferdinand dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/8).

Kata Ferdinand, ini merupakan momentum baik bagi pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan TDL, paling tidak pemerintah membantu meringankan beban hidup rakyat dengan penurunan harga BBM dan TDL.”Ini penting karena akan membantu meningkatkan daya beli rakyat, dan penurunan ini bukan tidak beralasan tapi sangat beralasan katena minyak dunia sedang anjlok. Tapi jangan juga pemerintah menjadikan penurunan harga ini menjadi pencitraan politik, ini harus murni karena kondisi real pasar. Tidak boleh juga karena untuk kepentingan politik, pemerintah lantas memaksa Pertamina dan PLN jual rugi tanpa subsidi, jangan melakukan pencitraan dengan mengorbankan BUMN kita,” tandasnya. (DSU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here