SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo pada acara bertajuk pemanfataan energi terbarukan, yang di gelar di JCC, Senayan, menyampaikan agar memprioritaskan panas bumi sebagai sumber energi listrik. Anjuran Presiden tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya kita punya potensi besar panas bumi hingga lebih dari 29GW. Tapi sayangnya masih banyak masalah yang harus dicarikan solusinya supaya Geothermal bisa dimaksimalkan.

Menurut Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia, Ferdinand Hutahean, terkait rencana pemerintah untuk membentuk BUMN khusus Geothermal, justru malah akan menambah rumit masalah. “Jika ingin bentuk BUMN lebih baik pemerintah bentuk BUMN kelautan supaya laut kita yang luas bisa kita manfaatkan untuk kesejahteraan bangsa. Kita dorong pemerintah untuk memprioritaskan Geothermal dalam proyek 35GW saat ini, dan segera Presiden RI keluarkan payung hukumnya supaya program tersebut bisa berjalan. Idealnya dari 35GW itu, porsi Geothermal minimal 10GW,” jelas Ferdinand, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8).

Ferdinand menambahkan, bahwa program besar 35 GW ini mungkin akan gagal jika cara pemerintah mengelolanya masih seperti sekarang dan ditambah kegaduhan baru yang tentunya akan semakin menjadikan proyek 35GW ini sebatas mimpi diatas mimpi atau jadi cerita dongeng pengantar tidur. “Tanpa terobosan kebijakan, kami yakin proyek ini akan gagal.

Kami siap memberikan masukan pada pemerintah terutama kepada RR dan JK tentang masalah nyata dalam proyek ini supaya bisa dicarikan solusinya dan tidak sibuk berbantah lisan,” tandasnya. (DSU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here