SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – PT Pertamina (Persero) mengaku menjual gas elpiji 12 kg lebih murah dibandingkan harga penjualan yang dilakukan oleh pihak swasta, meskipun konsumen yang menggunakan gas tabung biru itu belih banyak kalangan menengah keatas.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, pihaknya memang menjual harga elpiji dibawah harga jual swasta. “Harga swasta sekitar Rp19.000 per kg, kami Rp11.833 per kg,” kata dia pada GEO ENERGI di Jakarta, Kamis (20/8).

Wianda menjelaskan, alasan utama pihaknya menjual lebih murah dibandingkan swasta lantaran tidak ingin membebankan masyarakat.

“Kita tidak ingin membebani masyarakat, maka sejak April hingga puasa dan lebaran kami belum melakukan penyesuaian harga,” ujarnya.

Sementara itu Pengamat Energi Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakari, menilai langkah yang diambil pemerintah dan perseroan bersifat monopoli.

“Dengan Pertamina menjual dengan harga yang ternyata lebih murah dibandingkan swasta, ini terkesan lebih ke monopoli perdagangan elpiji,” ujarnya. Untuk itu dia berharap pemerintah menaruh perhatian lebih agar perseroan migas nasional dapat bertahan.

“Artinya ada kesengajaan untuk tidak menyehatkan BUMN. Secara UU perseroan, BUMN kan diharuskan meraup untung,” pungkasnya. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here