SHARE
Foto: Albert

Jakarta, GEO ENERGI – Sektor Migas hulu maupun hilir adalah sektor bisnis yang paling menjanjikan keuntungan jika dikelola dengan benar. Di negara kita sektor hulu migas saat ini dikendalikan oleh SKK Migas dan disektor hilir digeluti oleh PERTAMINA. Kedua lembaga ini adalah bagian dari pemerintah yang seharusnya bekerja memastikan kedaulatan energi dinegara kita.

Namun ada hal yang dipertany akan Direktur Energi Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahean, menyangkut kabar yang mengatakan bahwa SKK Migas tengah mengusulkan Petroleum Fund yang entah untuk apa mamfaatnya dan urgensinya sebesar apa, hingga harus dimasukkan dalam RUU Migas yang sedang digodok.

“Kabarnya SKK Migas mengusulkan Petroleum fund dalam RUU Migas. Ini harus dicermati terlebih dulu sebelum benar2 dimasukkan dalam RUU Migas, jangan sampai nanti Petroleum Fund ini menjadi beban tambahan bagi KKKS kita dan menjadi beban bagi cost recovery,” kata Ferdinanad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8).

Menurut Ferdinanad, tidak mungkin KKKS kita rela mengeluarkan dana keluar tambahan tanpa dikompensasikan kepada penerimaan mereka, artinya ide Petroleum Fund ini hanya akan menambah beban bagi negara saja.

“Ide ini juga harus jelas tentang membangun konsep Petroleum Fund yang tangguh, ada lima aspek penting yang harus dirumuskan: tujuan Petroleum Fund, basis legal formal, aturan mendepositokan dan mengeluarkan dana di Petroleum Fund, manajemen keuangan, dan aturan pengawasan. Sebaiknya dikaji dulu sebelum diputuskan,” imbuhnya.

Ferdinand menyarankan, bahwa ketimbang Petroleum Fund, dana cadangan BBM Pertamina jauh lebih penting untuk dimasukkan dalam RUU Migas karena menyangkut stabilisasi harga BBM ketika terjadi gejolak harga minyak dipasar.

“Stabilisasi harga BBM sangat penting untuk menghindarkan publik dari kegelisahan atas perobahan harga minyak yang liberal. Maka itu penetapan harga minyak harus dilakukan lebih panjang waktunya sekitar 6 bulan sekali dengan penempatan dana cadangan untuk stabilisasi harga BBM jika minyak dunia bergejolak naik. Kesimpulannya, lebih baik pemerintah fokus pada dana cadangan stabilisasi BBM daripada petroleum fund ala SKK Migas,” tandasnya. (DSU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here