SHARE
Foto:Crhis/Pribuminews

Jakarta, GEO ENERGI – Toilet memang hal sederhana namun juga mempengaruhi kenyamanan wisatawan di suatu tempat wisata. Meteri Pariwisatakan Arief Yahya mengakui toilet di tempat wisata saat ini sangat memalukan dan parah. Kemenpar berencana untuk memperbaikinya.

“Toilet kita dari skala 100, memalukan. Nilainya 40, parah,” tutur Arief usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Gedung BPPT, Jakarta (18/8).

Sebuah survei membuktikan bahwa kondisi toilet umum di Indonesia banyak yang kotor, bau dan tidak terawat‎. Hal itu memberikan citra buruk, di mata wisatawan. Arief mengatakan, pihaknya bakal melakukan terobosan agar toilet tak lagi menjadi kendala datangnya wisatawan ke Indonesia.

“Jadi itu nanti tak lagi jadi fasilitas sosial. Tapi kita perlakukan unit bisnis‎,” katanya.

Arief mengatakan akan melakukan terobosan dengan mengganden‎g swasta untuk menyediakan toilet-toilet umum tersebut. Arief mengatakan, dalam hal ini akan memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk menyediakan toilet-toilet tersebut.

“Saya sedang membahas dengan Asosiasi Toilet Indonesia. Akan kita buat tipe 27, isinya 5 toilet, tipe 36. Dengan standar yang ada, itu yang akan kita jual. Saya juga akan membantu akses ke perbankan, ke Kementerian Koperasi dan UKM,” tuturnya.

Arief pun menambahkan sistemnya nanti akan sama seperti warung telekomunikasi (wartel) yang menyediakan fasilitas telepon‎ beberapa tahun lalu.

“Ketika dikerjakan pebisnis, seperti di Telkom. Wartel, itu operated managed by SME (small medium enterprise). Ada lebih dari 124 ribu wartel saat itu. Memang ketika teknologi datang seluler nggak ada lagi. Toilet akan segera bersih karena di-managed oleh UKM,” tutupnya. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here