SHARE
Foto: Hermana/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Pemerintah dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, mengaku akan membebaskan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar yang berpenghuni dari krisis listrik pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-70. Namun rencana tersebut dinilai Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdninand Hutahaean hanya sebagai dongeng belaka. Pasalnya semua rencana tersebut tidak terbukti.

“Janji pemerintah yg pernah disampaikan oleh Presiden Jokowi saat meninjau perbatasan di kalimantan yang menjanjikan bahwa perbatasan akan di listriki dan akan terang pada HUT RI ke-70 ternyata tidak dipenuhi pemerintah dan hanya menjadi cerita dongeng bagi penduduk kita diperbatasan,” ujar dia pada GEO ENERGI di Jakarta, Rabu (19/8).

Menurut Ferdninand yang perlu dilakukan masyarakat saat ini adalah menagih janji pada Presiden, agar hal serupa tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang. “Harus diingatkan akan janjinya, harus di teliti juga kenapa janji ini tidak terealisasi, apa masalahnya, apa hambatannya ataukah memang pemerintah yang mudah melupakan janji,”

“Mestinya, hal hal seperti ini tidak boleh terjadi, jika presiden sudah berjanji maka itu harus ditepati dan bila tidak dapat dipenuhi maka pemerintah harus menjelaskan kepada publik kenapa janji itu belum terealisasi,” lanjut dia,

Untuk itu, Ferdninand meminta pemerintah untuk menjelaskan secara lengkap kepada masyarakat agar tidak ada kesalah pahaman antara masyarakat dan pemerintah.

“Apa alasannya harus jelas, apakah anggaran yang tidak ada atau kementrian yang tidak tanggab akan instruksi presiden. Ini harus jelas supaya pemerintah ini tidak dicap pembohong oleh publik, dan secara luas tentu ini berbahaya bagi integritas presiden dan kepercayaan publik pada presiden,” pungkas Ferdinan. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here