SHARE
Jokowi - ist

Jakarta, GEO ENERGI – Dalam rangka menyukseskan wacana pemerintah terkait kedaulatan energi nasional, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, menyelenggarakan the 4th Indonesia EBTKE ConEx 2015 dari tanggal 19 – 21 Agustus 2015 di Jakarta International Convention Center (JCC) yang dihadiri dan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Menteri ESDM, Sudirman Said, Direktorat Jendral EBTKE, Rida Mulyana.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa perekonomian, apalagi bagi Indonesia. Seyogianya, kita wajib bersyukur tinggal di negara yang di mana memiliki aneka ragam kekayaan alam yang melimpah-ruah. “Berdasarkan informasi yang diberikan kepada saya, bahwa Indonesia dengan kekayaan alamnya yang banyak, memiliki potensi besar untuk menanggulangi masalah tentang krisis energi yang di mana ketersediaannya sudah mulai menipis. Oleh sebab itu, pengembangan energi baru terbarukan harus cepat dilakukan,” ucap Joko Widodo dalam sambutannya pada acara the 4th Indonesia EBTKE Kementerian ESDM di Gedung JCC, Jakarta, Rabu (19/8).

Selaras dengan ucapan orang nomor satu di Indonesia, inisiator Indonesia’s Youth Forum for Renewable Energy and Energy Efficiencey, Michael Umbas juga telah mengatakan hal yang serupa dalam diskusi bersama Dirjen EBTKE, Rida Mulyana, yang diadakan beberapa hari yang lalu di Gedung Umar Ismail, Jakarta.

“Sudah saatnya kita dukung pemerintah untuk mengimplementasikan amanat konstitusi yang termaktub dalam Pasal 33 UUD 1945 ayat (3). Dan kami berharap, dengan adanya forum ini, segala kampanye kami ihwal energi baru terbarukan berjalan dengan lancar serta mendapat dukungan dari kaum muda dan masyarakat luas,” jelas Michael Umbas.
Sementara itu, bahan bakar fosil konvensional yang terus menjadi sumber utama energi untuk dekade yang akan datang, justru telah menghadapi perubahan dinamika pasar dan harga energi lebih tinggi yang mempercepat langkah dan skala, sehingga mendorong pemerintah mencari energi solusi yang di mana energi terbarukan menjadi bagian dari pasokan energi utama.

“Saat ini penggunaan energi fosil masih sangat besar. Data yang diberikan kepada saya, dari Pak Menteri (Sudirman Said) ada 95 persen dari bauran energi nasional. Ini besar sekali. Ke depan, kami ingin serius memberikan perhatian kepada energi baru terbarukan. Oleh sebab itu, masalah yang berkaitan dengan insentif, masalah yang berkaitan dengan tarif, perizinan, hal-hal yang berkaitan dengan energi baru terbarukan akan kami berikan perhatian khusus,” tambah Joko Widodo.

Pada kesempatan yang sama Sudirman Said selaku Menteri ESDM juga bahwa dengan semakin menipisnya cadangan energi fosil di Indonesia, maka negara harus segera mengupayakan peralihan kepada penggunaan energi baru terbarukan dan sekaligus berupaya meningkatkan upaya konservasi energi. Karena apabila hal ini tidak dilakukan segera, maka dikhawatirkan beberapa tahun ke depan, Indonesia akan mengalami krisis energi seperti yang sudah digaung-gaungkan belakangan ini.

“Melalui forum ini, saya mengajak semua pemangku kepentingan pembangunan ketenagalistrikan, termasuk pelaku usaha di bidang energi baru terbarukan untuk bahu-membahu untuk mencari solusi dan menjawab tantangan untuk mewujudkan kedaulatan energi Indonesia,” papar Sudirman Said.

“Sebenarnya, pada diskusi kami beberapa hari yang lalu di Gedung Umar Ismail, Jakarta. Kami bersama Pak Dirjen (Rida Mulyana) sudah membahas solusi serta terobosan pengganti energi fosil. Dan kami berharap, dengan adanya forum ini, segala kampanye kami ihwal energi baru terbarukan berjalan dengan lancar serta mendapat dukungan dari kaum muda dan masyarakat luas,” tambah Michael Umbas.

Keberhasilan pembangunan terlebih lagi dalam rangka menggerakkan perindustrian di Indonesia, menimbulkan kebutuhan energi yang terus meningkat dengan pesat. Mengingat akan banyaknya kebutuhan energi yang diperlukan untuk menggerakkan pembangunan khususnya dalam bidang industri, maka diperlukan penyediaan energi untuk memenuhi kebutuhan.

Di dalam Kebijakan Energi Nasional, penggunaaan Energi Baru Terbarukan ditargetkan sebesar 25% pada tahun 2025. Oleh karena itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi terus mengoptimalkan sumber EBT yaitu di antaranya panas bumi, surya, biomassa, energi air, energi samudera dan sebagian jenis lainnya.

“Dengan mengoptimalkan sumber energi baru terbarukan yang tersedia di Indonesia, tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk dapat mewujudkan apa yang menjadi amanat konstitusi yang mensejahterakan rakyat,” tambah Michael Umbas.

Kebijakan Energi Nasional menunjukkan lompatan menuju fase peralihan dari sumber daya fosil ke sumber daya terbarukan. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan kemandirian energi, yaitu dengan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil (minyak bumi, gas bumi, dan batubara) yang cadangannya terus menurun. Yang diperlukan bagi pengembagan energi baru terbarukan, adalah implementasi energi dan payung hukum dan dukungan dari semua sektor.

“Akhirnya, saya berharap agar program-program pengembangan energi baru terbarukan semuanya dapat berjalan lancar. Karena rakyat di seluruh pelosok menunggu agar dapat merasakan kemudahan listrik yang terjangkau. Marilah kita wujudkan kehendak rakyat bersama,” tutup Joko Widodo. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here