SHARE
Foto: Fathur/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Pagi ini, senin (17/08), Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi menyerahkan persetujuan revisi rencana pengembangan lapangan (plan of development/POD) lapangan Tiung Biru-Jambaran kepada pimpinan kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) PT. Pertamina EP Cepu, PT Pertamina EP, Mobil Cepu Ltd. dan Badan Kerja sama PI Blok Cepu di kantor SKK Migas, Jakarta. Revisi rencana pembangunan tersebut sudah berada di bawah persetujuan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi SKK Migas.

Amien menjelaskan lapangan ini ditargetkan mulai produksi sebesar 227 juta kaki kubik gas bumi per hari pada kuartal pertama 2019. Katanya “lapangan ini akan mencapai puncak produksi sebesar 315 juta kaki kubik pada tahun 2020.”

Rencananya akan dilakukan enam sumur pengembangan dan pembangunan fasilitas pengolahan dan pendukungnya. Total investasi diproyeksikan mencapai US$ 2,056 Milliar untuk fasilitas produksi. Nantinya produksi gas dari sumur dialirkan ke fasilitas pengolahan gas untuk dilakukan proses pemisahan dan pemurnian gas. Hasil pemurnian gas dialirkan kepada para konsumen yang seluruhnya diperuntukkan guna memenuhi kebutuha dalam negeri sesuai alokasi gas dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Di sisi lain kondensat dan air terproduksi, masing masing akan dialirkan melalui pipa terpisah dari fasilitas pengolahan gas ke fasilitas pengolahan Banyu Urip untuk diproses lebih lanjut.

Berdasarkan data revisi PoD tersebut, dengan asumsi harga gas bumi sebesar US$ 8 per juta British Thermal Unit per hari, hasil penerimaan hingga kontrak berakhir pada 2035 yang diperkirakan mencapai US$ 12,97 Miliar. Dari penerimaan tersebut sebanyak 45,8% menjadi milik pemerintah, sebesar 24,5% bagian kontraktor KKS, dan 29,7 persen untuk pengembalian biaya operasi (cost recovery).

“Untuk pengembangan lapangan ini kontraktor KKS diberikan insentif kredit investasi sekitar 15 persen dari biaya investasi kapital,” ujar Amien, Senin (17/08).

Menuurutnya persetujuan revisi PoD yang bertepatan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia ke tujuh puluh, dapat dijadikan momentum oleh semua pihak khususnya kontraktor KKS untuk bekerja keras agar proyek dapat berjalan lancar sesuai dengan target. Pelaksanaan proyek ini juga diharapkan memanfaatkan tenaga kerja lokal yang saat ini tengah menyelesaikan proyek lapangan Banyu Urip di Bojonegoro.

“Kami juga ingin proyek Jambaran-Tiung Biru dapat mengoptimalkan tenaga kerja lokal,” tegas Amien.

Sebagai informasi, pemegang interest wilayah kerja Cepu adalah Pertamina EP Cepu sebesar 45 persen, ExxonMobil Cepu Limited sebesar 20,5 persen, Ampolex Ltd sebesar 25,5 persen, dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu sebesar 10 persen.
(FAT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here