SHARE
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Jakarta, GEO ENERGI – Tim Integrated Regulatory Review Service (IRRS) dari International Atomic Energy Agency (IAEA) memberikan kesimpulan dan rekomendasi untuk Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dalam pengawasan pemafaatan tenaga nuklir di Indonesia.

Selama kunjungan ke Indonesia pada tanggal 2-14 Agustus, IRRS melakukan review atas 13 modul yang telah disiapkan oleh BAPETEN dan mengunjungi beberapa tempat pengembangan tenaga nuklir di Indonesia.

“Kunjungan kami bukan untuk mengaudit, tetapi mereview fungsi pengawasan BAPETEN atas pemanfaatan energi nuklir di Indonesia”, kata Carl Magnuss Larsson Ketua Tim IRRS saat konferensi pers di kantor BAPETEN, Jakarta (14/8).

Selain mewawancarai pejabat BAPETEN, IRRS pun melakukan kunjungan ke beberapa tempat seperti Kementerian Ristek dan Teknologi dan Perguruan Tinggi, Kemeterian Sekretariat Negara, Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy di Serpong, serta beberapa tempat instalasi elemen bakar reaktor milik INUKI, pemanfaatan nuklir bidang radiografi industri milik PT. Sucofindo dna PT Relion, serta pemanfaatan nuklir bidang medis milik RS Kanker Dharmais.

“BAPETEN telah menunjukkan keterbukaan dan transparansi yang baik. Pendekatan positif tersebut dan hasil dari kunjungan ini akan membantu pemerintah memprioritaskan pekerjan yang akan membantu Indonesia mencapai tujuan yang berhubungan dengan nuklir dan keamanan dari radiasi,” ujar Carl.

Pihak BAPETEN merasakan pentingnya Mission IRRS ini untuk mengukur kesiapan nasional untuk mambangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Selanjtnya BAPETEN pun akan menindaklajuti rekomendasi dan saran Tim IRRS untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem pengawasan nuklir dan radiasi nasional. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here