SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Gembar-gembor pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia telah lama digulingkan, namun hingga kini belum satupun PLTN yang telah dibangun baik oleh Pemerintah maupun oleh swasta. Padahal pro kontra terhadap pembangunan PLTN terus bergulir hingga kini.

Mantan Sekretaris Komisi Persiapan Pembangunan PLTN, Dr. Ing Nengah Sudja, mengatakan, hingga kapanpun PLTN tidak akan terbangun di dalam negeri jika pemerintah tidak ada niat untuk mendudukan pihak yang pro dan kontra bersama-sama.

“Selain itu, studi kelayakan yang pernah dilakukan oleh Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) tidak pernah mengajak masyarakat luas,” kata Nengah Sudja saat ditemui di Seminar Mengungkap Ketertutupan Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia yang digelar di Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Nengah menilai, selama ini Batan sebagai institusi yang ditugaskan oleh negara untuk penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan tenaga nuklir tidak pernah melakukan sosialiasi terhadap masyarakat dan terkesan menutup-nutupi pekerjaanya.

Nengah mencontohkan salahasatunya adalah ketika tiba-tiba Batan telah melakukan studi kelayakan di Bangka Belitung, “tapi sampai sekarang datanya belum dibuka, dikangkangi sendiri, DEN (Dewan Energi Nasional) minta datanya dari sebelum lebaran sampais ekarang belum dikasih, maunya apa?,” kata Nengah.

Kendala lainnya, kata dia, adalah masih minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli di bidang nuklir di dalam negeri, mengingat pembangunan PLTN sangat kompleks dan besarnya resiko yang ada maka diperlukan SDM yang benar benar telah berpengalaman dan teruji. “Saya ragu dan saya tidak percaya Batan bisa bangun PLTN,” kata dia. (ACN/ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here