SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Menutup pasar perdagangan Selasa (11/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih lesu, yakni masih mengalami penurunan sebesar 126 poin (-2,66%) atau ke level Rp4.622,59.

Penurunan itu diiringin dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp3,8 triliun, setelah Bank Sentral Cina melonggarkan pergerakan Yuan terhadap dollar AS. Akibatnya kekhawatiran akan berdampak pada mata uang Rupiah dan angka ekspor-import dari dan ke Indonesia.

Dilansir dari bahana, saham-saham yang menjadi pemberat bursa, antara lain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk, dan PT Astra International Tbk, dimana asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp584,6 miliar dengan saham-saham yang dijual asing PT Astra International Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Secara teknikal, indeks turun disertai volume dengan bearish engulfing serta make new low meski close outside lower band bollinger. Stochastic dan RSI negatif sementara MACD negatif divergence. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here