SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Menanggapi permasalahan kelistrikan Indonesia yang terjadi saat ini, Satya W. Yudha, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar mengatakan bahwa saat ini ada dua isu besar yang harus ditanggapi secara serius dan segera direalisasikan.

Yang pertama adalah isu kedaulatan energi yang sudah menjadi wacana sejak lama. Satya mengatakan pengaliran energi listrik di perbatasan sudah pasti bersinggungan dengan negara tetangga. Pasalnya, banyak masyarakat perbatasan yang saat ini membeli listrik dari negara tetangga padahal sebenarnya negara masih mampu untuk memberikan fasilitas tersebut.

“Bicara perbatasan itu kan bersebelahan dengan negara tetangga. Waktu kita beli listrik di Serawak itu kan jadi isu panas karena sebenarnya kita gak merasa krisis listrik. Kita berpikir secara mandiri akan lebih bagus daripada kita beli di negara lain. Yang kita takut ada konflik diantara kita dengan negara tersebut, listriknya diputus, kan kita juga yang rugi,” papar Satya dalam diskusi Energi Kita yang dihubungi lewat line telepon karena berhalangan hadir, Minggu (9/8).

Isu kedua, masih terkait dengan isu pertama yaitu mengenai Kemandirian energi. Satya berharap kedua isu tersebut dapat segera dipenuhi dengan catatan pemerintah mencari alternatif energi baru yang lebih murah.

“Keduanya mudah-mudahan busa terpenuhu. Tapu tetap kita minta energi yang murah. Kalau perbatasan yang banyak gunung merapi bisa di generate dengan geothermal. Misalnya Papua Nugini dengan Papua itu bisa digenerate dengan tenaga Hydro,” katanya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here