SHARE
Foto: Geo Energi/Hermana

Jakarta, GEO ENERGI – Komitmen pemerintah untuk mengaliri 47 wilayah perbatasan atau yang disebut sebagai daerah-daerah terdepan saat ini sudah hampir rampung. Dari 47 lokasi yang dijanjikan, pemerintah telah menyelesaikan aliran listrik untuk 43 lokasi.

Mengenai 4 lokasi lainnya yang sampai saat ini masih dalam tahap pembangunan, Ir. Jarman, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan dalam diskusi Energi Kita di bilangan Jakarta Pusat, Minggu (9/8) bahwa yang menjadi kendala utama penyelesaian pembangunan jaringan listrim tersebut adalah keadaan geografis dan infrastruktur yang terbatas di daerah-daerah tersebut.

Sebagai contoh, disebutkan Jarman, seperti yang terjadi di daerah perbatasan Kalimantan yang pada saat berjalannya proses pembangunan, terkendala oleh kondisi sungai yang kering. Sehingga proses pengangkutan barang dan alat-alat keperluan pembangunan menjadi terhambat.

Hal serupa terjadi juga di daerah Papua yang diakui Jarman memiliki kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak sehingga menghambat laju pengiriman peralatan yang diperlukan.

“Karena memang yang kami aliri listrik itu daerah-daerah yang memiliki akses yang cukup sulit. Jadi kendala-kendala tersebut yang kami temukan di lapangan. Tapi saat ini kami telah menemukan solusinya yaitu dengan mengangkut peralatan menggunakan helikopter. Jadi semoga semua segera selesai,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemerintah akan segera meresmikan 47 wilayah yang telah diberi fasilitas listrik ini pada tanggal 20 Agustus 2015 mendatang di Saung Laki wilayah Maluku Tenggara Barat. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here