SHARE
Istimewa/Ilustrasi PLTD

Jakarta, GEO ENERGI – 47 wilayah terluar atau daerah-daerah perbatasan yang dijanjikan pemerintah untuk dialiri fasilitas listrik, dikatakan Ir. Jarman, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebagai pembangkit sementaranya.

“Kita tidak perlu khawatir soal keberlangsungan listrik di daerah-daerah tersebut. Karena kali ini PLN langsung yang mengoperasikannya jadi insyaallah akan berlanjut. PLTD itu hanya akan menjadi pembangkit sementara karena pertimbangan pasokan solarnya yang pasti memakan cost yang besar,” papar Jarman dalam diskusi Energi Kita di Jakarta, Minggu (9/8).

Nantinya, pembangkit yang akan digunakan untuk aliran listrik di daerah-daerah tersebut akan di ganti dengan pembangkit dari energi baru terbarukan yang akan menggantikan fungsi diesel sebagai energi primer. Meskipun nantinya PLTD masih akan tetap diadakan sebagai back up system.

“Sebenarnya sudah ada diprogram itu ketika daerah-daerah telah terlistriki ekonomi daerah tersebut pasti naik, demand juga naik. Jadi kita akan hybrid dengan energi baru. Tentu kita harus bandingkan energi baru memang mahal. Tapi kan diesel juga solarnya musti dipasok. Jadi sebenarnya energi baru hitungannya lebih murah. Mesin diesel nanti akan jadi back up system kalau sudah hybrid. Jadi secara continue listrik akan nyala bisa sampai dengan 24jam,” jelas Jarman. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here