SHARE
Dwi Sutjipto

Jakarta, GEO ENERGI – Pendapatan PT Pertamina (Persero) pad semester I 2015 mengalami penurunan sebesar 40,69% terhadap realisasi pada periode yang sama pada tahun lalu, menjadi US$21,79 miliar.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan keadaan keadaan ini merupakan imbas dari merosotnya harga minyak mentah dunia.

“Gonjang-ganjing dari dampak turunnya harga minyak dunia memaksa kami untuk terus survive, syukur-syukur bisa berkembang. Alhamdulillah dalam kondisi yang demikian Pertamina masih dapat meningkatkan kinerja operasi serta melakukan langkah-langkah efisien,” ujar Dwi saat konferensi pers di Pertamina Pusat, Jakarta (5/8).

Laba bersih Pertamina pun turun menjadi 570 juta dollar AS dengan EBITDA mencapai 2,32 miliar dollar AS. Laba bersih tersebut sebesar 96 persen dari periode sama tahun lalu yang mencapai 1,13 miliar dollar AS.

Beruntung, di tengah anjloknya pendapatan dan laba, beban pokok dan beban usaha perseroan mengalami penurunan sebesar 35,26 persen dibandingkan periode sama pada tahun lalu menjadi 20,22 miliar dollar AS.

Pertamina menanggung kerugian cukup dalam karena tidak dinaikkannya harga BBM ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan. Pemerintah mencatat, rugi yang ditanggung akibat harga BBM mencapai Rp 12,6 triliun hingga Juli.

“Selama Maret hingga Juni sesuai dengan keputusan pemerintah, Pertamina tidak melakukan perubahan harga BBM baik untuk jenis tertentu, jenis penugasan, maupun jenis BBM umum sesuai dengan formula yang ditetapkan. Akibatnya, terjadi opportunity loss yang tinggi dan dirasakan hingga saat ini akibat menjual produk dibawah harga keekonomian,” kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman menambahkan, jika saja Pertamina tidak menanggung kerugian akibat harga BBM tersebut, maka perseroan bisa meraih laba bersih US$ 1,2 miliar lebih tinggi dari sekarang. Kurang lebih hampir sama seperti semester I 2014.

“Hilir minyak menggerus laba perusahaan,” ujar Dwi.(GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here