SHARE
Foto: Yas/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Pemerintah Indonesia diharapkan tetap konsisten dengan kebijakan hilirisasi mineral tambang demi membangun basis pertumbuhan perekonomian Indonesia berdasarkan produksi serta meninggalkan era eķspor mineral mentah ke luar negeri menyusul beroperasinya beberapa industri smelter tambang.

Direktur Eķsekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan, Indonesia sudah berada di jalur yang tepat di sektor pertambangan dengan program hilirisasi mineral. Pembangunan smelter yang saat ini terus didorong oleh pemerintah bakal menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berbasis produksi dan industri.

“Bukti nyata sudah di depan mata bahwa era ekspor komoditas mentah ke luar negeri sudah tidak tepat. Larangan ekspor mineral mentah merupakan keputusan yang tepat, dan saatnya Indonesia membangun sektor pertambangan berbasis hilirisasi dengan kewajiban membangun smelter. Tidak boleh lagi ada langkah mundur,” ungkapnya dalam acara Media Briefing IRESS di Jakarta, Kamis (6/8) .

Marwan menambahkan, dengan cara hilirisasi tambang ini, pertumbuhan perekonomian Indonesia tidak lagi semata-mata bergantung pada fluktuasi harga komoditas mentah, tetapi berpeluang berubah menjadi pemain industri kelas dunia yang ikut menentukan harga beberapa jenis mineral di pasar internasional.

“Selain meningkatkan perekonomian itu juga, manfaat dan nilai tambah pembangunan smelter juga dirasakan melalui perluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan per kapita, maupun dampak multiplier effect yang ditimbulkan,” tegasnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here