SHARE
Foto: Hermana/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) mengakui Pertaminan mengalami kerugian dari penjualan bahan bakar (bbm) Premium hingga Rp80 miliar per harinya semenjak awal Agustus ini.

“Mestinya lebih mahal Rp1.000, rugi bisa dihitung dari setiap hari jual 80 ribu kiloliter (kl) kali Rp1.000, sehari rugi Rp80 miliar,” ujar Bambang saat laporan kinerja kuartal 2 Pertamina di Pertamina Pusat, Jakarta (5/8).

Hal ini disebabkan oleh inisiatif pemerintah yang terus menerus menentukan harga yang tidak sesuai dengan formula yang telah disepakati semua pihak. Harga bbm yang ditentukan pemerintah selalu di bawah harga pasar hingga Pertamina mengalami kerugian.

“Karena mempertimbangkan daya beli masyarakat, pemerintah menurunkan harga jual dari harga seharusnya,” kata Bambang.

Janji pemerintah untuk tidak menaikkan harga bbm hingga lebaran, yaitu sampai akhir Juli, pun menyebabkan Pertamina rugi hingga Rp80 miiar per hari sejak awal Agustus.

“Seharusnya dari awal Agustus sudah ada evaluasi untuk menaikkan harga jual bbm lagi,”pugkasnya. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here