SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI– Black & Veatch yang hari ini merilis laporan tahunan ke-9 Strategic Directions: U.S. Electric Industry Report, dua masalah utama yang dihadapi oleh sektor kelistrikan AS, yakni menuanya usia infrastruktur dan keandalannya, tetap akan menjadi prioritas bagi perusahaan produsen listrik Indonesia.

“Terlebih lagi, peran Perusahaan Produsen Listrik Swasta (IPP) di Indonesia menjadi semakin penting. Sebagai bagian dari program pemerintah dalam penambahan tenaga listrik sebesar 35 gigawatt (GW), sebanyak 30GW (yang baru saja ditingkatkan dari sebelumnya 25GW) akan dihasilkan oleh IPP. Perhatian pada IPP ini akan menghadirkan dua tingkat pasar berdasarkan permintaan dan kemampuan bayar penggunanya. Yang pertama adalah dari pelaku industri skala besar dan yang kedua adalah dari pelaku industri skala kecil serta pengguna rumah tangga. Usaha pemerintah untuk memprioritaskan proyek-proyek energi, termasuk energi alternatif, dan usaha untuk mengatasi hambatan dalam proses pengadaan akan dapat membantu IPP menangkap momentum ini,” ujar jim Schneiders Vice President & Country Indonesia melalu surat elektronik pada Geo Energi, Rabu(5/8).

Kebutuhan industri pertambangan untuk memiliki sumber energi listriknya sendiri serta penurunan harga komoditas telah meningkatkan ketertarikan industri pertambangan terhadap energi terbarukan sebagai pilihan sumber tenaga listrik untuk kegiatan operasionalnya di Indonesia. Black & Veatch juga percaya akan potensi tenaga air serta berbagai energi terbarukan lainnya di Indonesia, termasuk tenaga panas bumi. (HER/BV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here