SHARE
Foto: Fela/ST

Jakarta, GEO ENERGI – Terkait dengan rencana yang dikatakan oleh bos transjakarta, Antonius Kosasih untuk menambah armada bus Transjakarta berbahan bakar diesel karena bahan bakar gas (BBG) dianggap sebagai alasan utama terjadinya insiden kebakaran unit kendaraan tersebut belakangan ini dikatakan Ahmad Safrudin, Anggota Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) sebagai suatu kemunduran.

Pasalnya, bus berbahan bakar diesel selama ini dinilai telah banyak berkontribusi dalam pencemaran udara yang saat ini sudah sangat parah. 57,8% masyarakat Jakarta telah terkena dampak dari pencemaran udara tersebut dan setiap tahunnya harus membayarkan uang senilai Rp 38,5 T untuk biaya kesehatan akibat pencemaran.

“Kita harus banyak mempertimbangkan sebenarnya. Gas ini selain ramah lingkungan juga sangat murah. Harganya sekarang ini Rp 3.100 . diesel juga ada bahan bakar yang bersih, yaitu Solar Dex yang harganya mencapai Rp 11.000,” papar Ahmad dalam acara Konferensi Pers Asosiasi Perusahaan Compressed Natural Gas Indonesia (APCNGI), Selasa (4/8).

Ahmad juga menilai keputusan Direktur Transjakarta tidk diambil dengan pertimbangan yang matang.

“Antonius Kosasih itu enteng bilang mau kembali ke diesel. Apakah dia sudah memikirkan operational cost? Dengan harga Rp 11.000 operational cost pasti akan naik drastis yang nantiya entah akan dibebankan ke negara ataupun pada pengguna kendaraan tersebut. Iini kn jadinya akan merugikan jadinya,” tegasnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here