SHARE
Foto: Geo Energi

Yogyakarta, GEO ENERGI- Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Yogyakarta diduga lakukan korupsi setelah terkuak kejanggalan dalam proyek rehabilitasi dan revitalisasi gedung PLN yang memakan Rp 22 miliar. Beberapa saksi yang merupakan pihak kontraktor mengakui jalankan proyek tanpa surat perintah kerja.

“Setiap ada pekerjaan dari PLN memang selalu tidak dilengkapi surat perintah kerja,” ujar Heru dari PT Bosri saat menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta, Senin (3/8).

Heru mengakui saat perusahaannya mengerjakan rehab kantor PLN Rayon Sleman, Wates dan Yogyakarta dirinya bahkan tidak mengetahui apakah proyek ini melalui lelang atau penunjukkan langsung.

Beberapa saksi yang dihadirkan pun mengakui hal yang sama. Hal ini pun terjadi pada proyek PLN di Rayon Sedayu, Bantul yang dikerjakan oleh CV Cipta Kencana. Paulus, saksi dari CV Cipta Kencana mengakui saat proyek berjalan sering terjadi perubahan desain dan tambahan pekerja dari PLN.

Subuh Isnandi, mantan Manajer PLN Area Yogyakarta, didakwa merugikan negara dalam proses pekerjaan proyek itu. Dalam proyek tersebut, ada 22 rekanan. Total ada 110 paket pekerjaan di 15 titik lokasi atau gedung milik PLN Area Yogyakarta.

Subuh didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Akibat perbuatannya, negara dirugikan Rp 1,87 miliar versi penghitungan Jasa Manajemen Konstruksi (JMK). Sedangkan versi Dinas Pekerjaan Umum Sleman, kerugian negara sebesar Rp 477 juta. Kuat dugaan pelanggaran ini melibatkan beberapa pihak yang masih belum terungkap.(GDH/TE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here