SHARE
Kantor Pusat PT Pertamina, Jakarta (Foto: Geo Energi/Affan)

Jakarta, GEO ENERGI – Kerugian puluhan trilliun akibat penjualan BBM yang diderita Pertamina hingga saat ini menurut direktur Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean terjadi karena Pertamina kurang transparan dalam menjelaskan perincian harga tiap jenis BBM. Hal ini disampaikan ferdinand melalui sambungan telfon dengan Geo Energi sore tadi. Menurutnya publik harus mengetahui hitung-hitungan keekonomian dari BBM seperti jenis Premium (RON 88) langsung dari Pertamina.

“Transparansi yang paling utama saat ini dari Pertamina adalah membuka kepada publik berapa harga keekonomian Premium 88 per liter. Contohnya sekarang menurut Wianda Pusponegoro, harga keekonomian premium berdasarkan hitungan Mei-Juni 2015 berada di kisaran 9000an per liter. Nah ini yang perlu dibuka, mengapa harganya 9000an, buka datanya, biar publik tau kebenarannya,” Ujar Ferdinand di Jakarta, Senin (3/8).

Menurutnya hal ini perlu dilakukan supaya masyarakat juga dapat membantu mengevaluasi Pertamina terutama dalam persoalan hitungan kerugian yang dialaminya.

“Jika ada mark-up atau inefisiensi, biar masyarakat juga bisa mengevaluasi. Ini yang sangat penting, terbuka dan jujur, karena selama ini Pertamina tidak pernah membuka ini dan sangat tertutup, namun di sisi lain Pertamina selalu teriak rugi. Jika rugi tentu penyebab kerugiannnya harus diatasi. Jika harga tersebut memang benar adanya dan faktual maka kita dapat menyarankan pemerintah untuk menyediakan subsidi jika ingin menjual BBM di bawah harga keekonomian, namun jika tidak ada subsidi ya terpaksa harga harus dinaikan. Itu cara kita membantu Pertamina,” jelas Ferdinand.

Ferdinand menutup pembicaraan dengan mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami keruntuhan apabila Pertamina bangkrut dalam waktu dekat ini.

“Resiko lebih besar akan kita derita apabila Pertamina hancur. Bangsa ini bisa-bisa ricuh karena tidak mendapatkan pasokan BBM sebagai akibat bangkrutnya Pertamina,” Tutup Ferdinand. (FAT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here