SHARE
Istimewa

Tangerang, GEO ENERGI – PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan bahwa telah terjadi peristiwa overrun atau tergelincirnya pesawat Citilink nomor penerbangan QG 970 di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, pada Minggu malam (2/8).

Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura II (Persero), Agus Haryadi‎ menjelaskan, pada pukul 19.35 WIB pesawat melakukan pendaratan dan secara bersamaan kondisi hujan lebat, setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dengan membawa total 178 penumpang, terdiri dari 174 dewasa, 1 anak, dan 3 bayi.

“Seluruh penumpang selamat dan telah selesai dievakuasi keluar dari pesawat‎ oleh Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran atau PKPPK Bandara Internasional Minangkabau,” ungkapnya melalaui siaran pers kepada GEO ENERGI.

Diakui dia, dampak dari kejadian ini adalah operasional landa‎san pacu atau runway Bandara Internasional Minangkabau dihentikan sementara, menunggu keputusan lebih lanjut dari Otoritas Bandara dan Airnav Indonesia selaku penyelenggara lalu lintas penerbangan.

“Dengan demikian tiga penerbangan dari Padang tujuan Jakarta oleh Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air, mengalami penundaan keberangkatan dari jadwal semula,” kata Agus.

Selain itu, PT Angkasa Pura II (Persero) juga telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan pemangku kepentingan seperti Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Otoritas Bandara, dan Lanud serta Airnav Indonesia untuk segera dan dengan cepat melakukan evakuasi pesawat tersebut agar operasional bandara secara keseluruhan dapat kembali berjalan normal.

Untuk itu, peristiwa ini menjadi perhatian PT Angkasa Pura II (Persero)‎ untuk selalu fokus pada keadaan darurat di setiap kondisi termasuk saat hujan lebat seperti yang terjadi pada hari ini. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here