SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – PT Newmont Nusa Tenggara mengaku telah membayar kewajiban pajak di Semester I 2015 sebanyak Rp 1,5 triliun. Se tersebut merupakan pembayaran non pajak dan royalti.

General Manager Tanggung Jawab Sosial dan Hubungan Pemerintah Newmont, Rachmat Makkasau mengungkapkan, pihak Newmont telah membayar sebanyak Rp544,7 miliar untuk semester I tahun 2015 dan Rp972,5 miliar kuartal ke-2, akan dibayarkan pada minggu keempat di Juli ini.

“Kami selalu melaksanakan kewajiban keuangan kepada pemerintah tepat waktu dan memenuhi semua ketentuan perpajakan. Sejak 2003 Newmont selalu mendapatkan predikat wajib pajak patuh dari pemerintah,” kata Rachmat dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (31/7).

Rachmat menjelaskan, pembayaran pajak pada semester ini tergolong besar, hal itu disebabkan Bea Keluar (BK) ekspor konsentrat tembaga. Yakni tarif ekspor sebesar 7,5% dikalikan dengan jumlah kandungan tembaga, emas dan perak di dalam konsentrat sebesar Rp 536,5 miliar. Setelah itu pembayaran PPh Badan (PPh 25) sebesar Rp 265,5 miliar dan Pajak Penghasilan Perorangan (PPh 21) sebesar Rp 107,7 miliar.

“Pembayaran bea keluar kontribusi Newmont kepada Pemerintah Indonesia meningkat 300% dari pembayaran sebelumnya” ungkapnya.

Diakui dia, kenaikan tersebut lantaran Newmont telah menyepakati kenaikan tarif royalti menyusul tercapainya renegosiasi kontrak karya yang tertuang dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) amandemen kontrak mineral dan batu bara (minerba) yang ditandatangani pada tahun lalu. Tarif pembayaran royalti tersebut menjadi 4% untuk tembaga, 3,75% untuk emas dan 3,25% untuk perak. “Pembayaran royalti produksi sebesar Rp 503 miliar,” pungkasnya. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here