SHARE
Foto: Ganesh/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – General Electric (GE) memanfaatkan peluang bisnis dari mega proyek listrik 35GW di Indonesia yang kini sedang diusahakan oleh pemerintah. GE menawarkan teknologi gas turbin 9HA yang memiliki efisieni tinggi untuk mewujudkan tercapainya proyek besar ini.

“GE sudah lama ikut serta dalam penyediaan energi di Indonesia. Kali ini kami tawarkan teknologi gas turbin HA yang efisien sehingga mampu menurunkan tarif listrik,” ujar George Djohan, Country Leader Power Generation Product GE Power&Water di sela workshop GE di Mega Kuningan, Jakarta (30/7).

Sebagai negara berkembang, Indonesia mau tidak mau harus membangun pembangkit listrik tambahan untuk memasok kebutuhan listriknya. Dengan terpenuhinya kebutuhan listrik di seluruh daerah maka pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah pun akan naik secara signifikan. Sayangnya masih ada kesulitan yang tak terhindarkan, yaitu sifat geografis Indonesia yang merupakan kepulauan sehingga dibutuhkan pembangkit listrik bersifat mobile dan dapat dibangun dalam waktu cepat.

“Teknologi turbin kami merupakan solusi dari kendala yang sudah ada. Turbin ini mudah sekali dirangkai dalam waktu cepat. Efisiensi yang melebihi 61% tentu sapat menekan tarif listrik karena berarti pemanfaatan bahan baku dilakukan secara optimal,” jelas George.

Turbin gas ini merupakan turbin dengan evolusi pendingin udara dengan pendingin H-class steam dari GE. Teknologi ini terbukti handal dan fleksibel dengan kemampuannya mengkonversi bahan bakar menjadi lebih optimal dan lebih murah dibandingkan dengan teknologi F-class. Turbin HA GE juga memungkinkan konstruksi yang lebih sederhana dan lebih cepat sehingga mampu mempercepat waktu pemadaman. Dibandingkan dengan F-class, turbin ini mengurangi waktu instalansi sebanyak 25 persen.

Gas turbin 9HA dari GE sudah mendapatkan 17 pesanan dan 61 seleksi secara teknis dari berbagai macam negara, diantaranya adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Brasil, Korea Selatan, Perancis, Rusia, Jerman, Turki, Argentina dan Mesir. Diharapkan dari workshop kali ini makan akan terbuka peluang kerjasama bisnis dengan PLN maupun IPP, khususnya untuk proyek tenaga listrik 35GW. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here