SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Fenomena el nino yang telah terjadi belakangan ini, terang menyisakan dampak buruk bagi lingkungan hidup, dan juga pada beberapa sektor di dunia industri. Salah satunya, pada industri pertanian. Sebagai contoh satu ancaman dari fenomena el nino, tentu akan dirasakan oleh para petani hortikultura.

Sebagai penghasil hortikultura, wilayah Jawa dan Lampung merupakan salah satu tempat yang pastinya akan merasakan dampak terbesar akibat fenomena tersebut. “El nino dipastikan akan mengancam tanaman dan petani. Selain merugi, juga dikhawatirkan terlilit utang biaya produksi,” jelas Mukri Friatna, Manager Penanggulangan Bencana Walhi Nasional kepada Geo Energi, Rabu (29/7).

Kendatipun untuk produksi hortikultura tidak membutuhkan banyak air. Namun, kekeringan pada lahan yang disebabkan oleh fenomena tersebut, jelas akan mengancam petani untuk gagal panen. “Di daerah tersebut, tingkat ketersediaan air tanah juga sangat kecil. Dan jikapun hujan, untuk bulan Agustus baru diperkirakan hanya 0-22 mm. Artinya, masih di bawah normal,” pungkasnya.

Meski fenomena el nino tidak sampai merata mengenai wilayah Indonesia. Namun, patut menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan juga petani untuk melakukan sebuah tindakan nyata, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

“Yang paling berisiko ada di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat serta sebagian Lampung. Saat ini bagi pemerintah adalah membantu proses emergency respon. Untuk jangka pendek, seperti menggerakan armada damkar (pemadam kebakaran) ke areal pertanian. Dan bagi petani, agar segera beradaptasi dengan cara mengganti produk budidaya yang tahan panas,” tutupnya. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here