SHARE
Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya memberikan rekomendasi perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga sebesar 775.000 ton untuk 6 bulan ke depan kepada PT Freeport Indonesia (PTFI).

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan, diberinya izin tersebut lantaran Freeport telah memenuhi seluruh persyaratan seperti yang ditentukan pemerintah, seperti kemajuan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter).

“Freeport sudah memenuhi persyaratan. Karena itu, besok (hari ini) kami akan terbitkan rekomendasi perpanjangan izin ekspor untuk 6 bulan ke depan,” kata Bambang kepada wartawan, Jakarta, Senin (27/7) malam.

Nantinya, kata Bambang, pihaknya akan mengirimkan rekomendasi berupa surat persetujuan ekspor (SPE) tersebut ke Kementerian Perdagangan (Kemendag), guna izin ekspor konsentrat untuk Freeport segera diterbitkan.

Sekedar informasi, saat ini Freeport sedang membangun smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur (Jatim), dengan kapasitas 2 juta ton konsentrat tembaga senilai US$ 2,3 miliar.

Sedangkan bea keluar (BK) ekspor konsentrat, Bambang mengungkapkan, dengan tingkat kemajuan pembangunan smelter sebesar 11 persen itu, Freeport berhak mendapatkan pengurangan BK ekspor konsentrat dari 7,5% menjadi 5%.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu Nomor 153/PMK.011/2014 yang berbunyi jika kemajuan pembangunan smelter antara 0-7,5%, maka BK yang dikenakan adalah 7,5%.

Sedangkan apabila progres smelter yang dihitung berdasarkan serapan dana investasi antara 7,5-30%, maka BK yang dikenakan adalah 5%. Kemudian jika progres sudah di atas 30%, maka perusahan dibebaskan dari kewajiban BK atau nol %. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here