SHARE
Ilustrasi, Foto: Pribuminewas

Jakarta, GEO ENERGI – Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Poesponegoro mengatakan pihaknya akan menjual harga Bahan Bakar Minyak (BBM) RON 90 atau Pertalite akan mengikuti kondisi pasar. Pasalnya BBM tersebut bukan jenis subsidi.

“Ada biaya distribusi, biaya penyimpanan, mengacu pada harga indeks pasar, PBB, dan PPN. Nah, keleluasaan yang kami miliki adalah penyesuaian harga, jadi waktunya kita berharap ada penyesuaian harga untuk bahan bakar non subsidi atau bahan bakar umum,” kata Wianda di Jakarta, Senin (27/7).

Wianda juga mengungkapkan, saat ini terjadi peningkatan permintaan Pertalite, seperti permintaan di Jawa bagian barat, penggunaan meningkat hingga 88,9%.

“Tinggi sekali. Namun, umumnya motor tergantung SPBU-nya. Kalau di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, rata-rata pengendara motor. Tetapi kita lihat kendaraan roda empat isi di atas 20 liter, ada juga yang 26 liter,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan pihaknya akan mengevaluasi peluncuran Pertalite jika sudah berjalan 2 bulan.

“Jika sudah kita evaluasi dan respons masyarakat bagus, tentu akan kita naikkan terus,” ujarnya. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here