SHARE
Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku belum memberikan perpanjangan izin eksport konsentrat kepada perusahaan PT Freeport Indonesia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot menyatakan, keputusan itu diambil lantaran perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat (AS) itu belum memenuhi syarat minimum.

“Setelah dilakukan evaluasi, rekomendasi perpanjangan izin ekspor belum kami berikan. Persyaratannya belum memenuhi,” ujar dia di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (23/7) malam.

Bambang mengungkapkan alasan utama pemerintah tidak memberikan izin, yakni PT Freeport belum dapat memajukan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2014. Selain itu dia juga menjelaskan kendala yang sedang dialami Freeport yaitu belum dapat membayar penyewaan lahan, dan kendala-kendala lainnya.

“Mereka baru bayar sebagian (lahan). Tapi masih ada beberapa hal lain yang belum dipenuhi,” jelasnya, meski demikian pemerintah menyarankan PT Freeport unuk memperpanjang 6 bulan berikutnya. Guna pembangunan smelter dapat berjalan tepat waktu.

Untuk diketahui, pemerintah memberi batas waktu izin ekspor konsentrat hingga 2017. Pasca 2017 hanya mineral hasil pemurnian saja yang diizinkan ekspor. Sedangkan izin ekspor Freeport berakhir pada 25 Juli nanti. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here