SHARE
Pertambangan PT Freeport Indonesia (ilustrasi).

Jakarta, GEO ENERGI – Pemerintah menyatakan menolak permohonan izin eksport konsentrat tembaga kepada PT Freeport Indonesia. Lalu berapa besaran permohonan ekspor yang diajukan oleh perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu?

Dari penjelasan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot, Freeport mengajukan permohonan kuota ekspor sebesar 575.000 ton konsentrat. Dimana pengajuan tersebut untuk eksport periode Juli 2015-Januari 2016.

Menurutnya permohonan kuota itu hampir sama dengan periode sebelumnya, “Mereka mintanya kuota ekspor 575.000 ton. Hampir mirip dengan yang sebelumnya,” jelas Bambang pada Wartawan di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (23/7) malam.

Dikatakan Bambang, Kementerian ESDM kembali melakukan evaluasi kelengkapan yang dijadwalkan pada hari ini Jumat (24/7), jika hasil evaluasi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2014. Maka perusahaan tambang asal AS itu dipersilahkan untuk mengajukan kembali untuk periode berikutnya. “Kami akan evaluasi dulu (kelengkapan persyaratannya),” kata dia.

Dari data GEO ENERGI, PT Freeport Indonesia melayangkan izin ekspor pertama untuk periode 25 Juli 2014 – 26 Januari 2015 sebesar 756.000 ton konsentrat tembaga. Kemudian Izin ekspor kedua dilayangka pada 26 Januari 2015 – 25 Juli 2015 sebesar 580.000 ton konsentrat. Jika ditahap kedua ini Freeport kembali mendapatkan perpanjangan maka untuk periode 25 Juli 2015 – 26 Januari 2016 sebesar 575.000 ton konsentrat tembaga. (REZ)‎
___________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here