SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Dinyatakan tidak bisa diterima dengan akal sehat atas penilaian kelayakan lingkungan yang dilakukan oleh Komisi Penilai Amdal terhadap dokumen Amdal PT SMS (Sahabat Mulia Sakti), anak perusahaan dari PT Indocement yang disusul dengan terbitnya izin lingkungan dari Bupati Pati, tak ayal membangkitkan semangat warga Kendeng untuk kembali menggugat.

“Saat ini, peserta aksi yang turun ke jalan telah mencapai ribuan. Sehingga, menyebabkan jalur Pantura macet total dari arah Kudus menuju Pati. Warga yang beramai-ramai turun ke jalan meminta pertanggungjawaban Bupati Pati dan untuk segera menemui warga yang tumpah ruah,” jelas Edo Rahman, Pengkampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia kepada Geo Energi, Kamis (23/7).

Adapun tuntutan daripada warga Kendeng, sebagai berikut; (1) Aparat penegak hukum harus menyelidiki indikasi “bisnis rekomendasi” yang dilakukan oleh Komisi Penilai Amdal Kabupaten Bupati. (2) Bupati Pati harus mencabut izin lingkungan rencana pembangun pabrik dan tambang semen PT SMS yang sudah dikeluarkan. (3) Pemkab Pati harus menghentikan segala persiapan pembangungan pabrik dan tambang semen PT SMS, baik kegiatan di lapangan maupun terkait masalah perizinan.

Seperti kata peribahasa, “Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah”. Setiap perilaku, mestinya mengacu pada aturan dan kaidah agama. Lantas, bagaimana jika aturan dan kaidah agama tidak bisa dijadikan patokan? Dan ironisnya, itu dilakukan oleh para pemangku kekuasaan. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here