SHARE
Foto: Affan/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Sofyan Basir mengungkapkan pihaknya kembali mengebut pengerjaan proyek 35 ribu Megawatt (MW) yang tertunda akibat libur Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah. Dimana PLN mendapat jatah pekerjaan 10 ribu MW.

“3 5 semoga dapat efektif bekerja hari ini tadi pagi meengejar liburan kemarin 1 minggu, insyaAllah progresnya masih tetap berjalan,” kata Sofyan usai melakukan halal bihalal di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (22/7).

Diakuinya PLN akan memproritaskan target jual beli tenaga listrik atau Power Purchase Agreement (PPA). “Seperti kami sampaikan beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan kami tanda tangan dalam tahuin ini, minimal 10 ribu MW dan maksimum 14 ribu MW,” terangnya. Setelah itu pihak PLN baru fokus pada financial closing atau pembiayaan.

“Habis itu baru kontruksi mulai berjalan, 2,5 – 3,5 tahun ke depan sampai proses jadi pembangkitnya, sampai proses itu jadi pembangkit-pembangkit berkisar akhir-akhir 2018 dan awal 2019,” jelasnya.

Terkait pendanaan proyek, mantan dirut Bank BRI ini menyebut PLN sudah mendapat suntikan dana dari pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara, modal sendiri dan pinjaman dari Bank luar negeri.

“Kalau pinjaman jangka panjang sudah ada plafon dari China Development Bank (DCB-) dan beberapa bank pembangunan di Eropa serta Jepang. Plafon berkisar US$ 1 miliar sampai US$ 3 miliar. Tenor jangka panjang bisa 30 tahun. Kalau CDB 10 tahun. Sedangkan PLN keluar Rp 5 triliun untuk tahun pertama. Tahun depan kita minta Rp 8 triliun,” pungkasnya. (REZ)‎
___________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here